Saya sendiri pada awalnya tidak percaya ketika ada teman yang melihat saya mulai bermain Adsense lagi dan bertanya, "Emang nanti iklan kamu ada yang ngeklik?".
Dan lantas saya jawab sambil tertawa, "Ada lah, siapa tahu, yang penting kan trafiknya".
Dan, itu benar, semua ada pada traffic.
Pada saat saya pertama kali membuat blog di http://twohengineering.wordpress.com. I'm like a maniac. Saya terus menulis dan tidak peduli, well, yang saya tulis pada saat itu adalah kebanyakan artikel tentang pemrograman Java. Dan sedikit postingan tidak berguna. Kemudian, setelah mempunya sekitar 100 postingan sampai saat ini. Guess what? Blog saya sekarang mempunyai daily visitor sekitar 30-50 orang setiap harinya, semua datang lewat search engine.
Berdasarkan pengalaman itu, sekarang pada saat saya membuat sebuah website http://twoh.web.id yang dedicated juga untuk topik yang sama, segala hal tentang pemrograman Java, saya tahu kemana harus melangkah. Dan saya tidak sabar untuk mempunyai 1000 artikel, di sana bisa dihitung perbandingannya, kalo sehari saja saya ada 300-400 visitor, maka ada 9000 visitor yang akan mampir ke blog saya tiap bulan tanpa harus susah-susah publish link ke berbagai social media. Blog bisa ditinggal santai. :D
Well, ketika membaca sebuah artikel yang membahas tentang adsense, sebenarnya saya setuju jika adsense sebaiknya tidak dipakai untuk penghasilan utama, lebih cocoknya untuk penghasilan tambahan, dari bisnis utama yang Anda jalankan.
Maka, kesimpulannya adalah seperti ini, trafik adalah bisnis utama kalian, dan iklan adalah bisnis sampingan.
Dan tentu saja itu butuh kerja keras.
Ka kai lai lah - Nekatlah.
Salam.
Showing posts with label danetter. Show all posts
Showing posts with label danetter. Show all posts
Monday, May 7, 2012
Probabilitas dan Statistika dalam Permainan Adsense
Posted by
Hafizh Herdi
at
6:45 PM
Probabilitas dan Statistika dalam Permainan Adsense
2012-05-07T18:45:00+07:00
Hafizh Herdi
adsense|bisnis twoh|danetter|trafik internet|
Comments
Labels:
adsense,
bisnis twoh,
danetter,
trafik internet
Friday, February 5, 2010
CopasMan -Para Manusia Copy Paste-
Hai bertemu lagi dengan twoh.
Kita sudah membahas soal DownloadMan, CopyMan dan UploadMan. Lalu apa masih ada yang kurang? Ya tentu saja masih, kali ini suatu kaum yang disebut CopyPaster, atau singkatnya CopasMan.
Kata copas yang sudah tidak asing lagi di telinga kita berasal dari kata COPY/Salin, dan PASTE/Tempel.
Copas tidaklah lebih tinggi derajatnya dari pembajakan, tapi mungkin lebih ringan karena biasanya sesuatu yang dicopas bukanlah sesuatu yang berharga mungkin sekadar Notes milik teman Facebook, postingan seseorang di forum, atau berita menarik dari sebuah web di JejaringJagadJembar.
Tapi, Copas tetap merupakan perbuatan amoral dan keji dengan tidak menghargai hak cipta dari karya orang lain.
"Ah ini bagus! Perlu di-share!",dibalik perlindungan kata-kata itulah para CopasMan menjalankan aksinya, walaupun sudah tersedia berbagai tombol bagi-pakai(share) di Facebook, Digg, Del.icio.us, dan Twitter. CopasMan tetap cuma tersenyum kecil, menganggap tombol itu tidak pernah ada dan menjalankan tiga mantera ampuh, Block, Ctrl-C, dan Ctrl-V.
Awalnya adalah huruf, huruf dirangkai menjadi kalimat, kalimat dirangkai menjadi paragraf, dan paragraf dirangkai menjadi sebuah artikel. Terkadang untuk membuat sebuah artikel penulis membutuhkan tak sedikit keringat demi merangkai kata satu-persatu, juga terkadang mereka bersedia jauh-jauh ke tempat peristiwa demi mendapat informasi. Tapi, CopasMan dengan tega dan sadar, menyalin semua ide digital itu, bahkan tanpa ekspresi sedikitpun.
Lihat! Lihatlah Notes Facebookmu, Artikel di situsmu! Apakah mereka benar-benar karyamu sendiri? Atau mereka hanyalah CopasMatters yang berupa sampah artikel kloningan dari berbagai IP address? Tulisan Copas-copas itu, bahkan walaupun bagus tetap tidak bisa menunjukkan jatidiri asli sang penulis, karena penulis hanyalah seorang CopasMan. Yang bahkan mereka belum membaca artikel asli sampai selesai, dan mendahulukan ritual Merry CopyPaste.
Berapa banyak orang yang mau membayar 90.000 rupiah untuk menonton grup band baru yang berjuang untuk bisa konser demi membawakan lagu-lagu aslinya, dibandingkan dengan tiket seharga 100.000 rupiah untuk menonton, band lokal, sekali lagi band lokal, yang membawakan lagu-lagu dari PeterPan, KangenBand yang sudah terkenal? Anda semua tahu jawabannya, mereka Copas, tapi mereka -tidak menang-, mereka cuma beruntung.
Sekali lagi, Copas tidak menunjukkan karakter, mereka menujukkan karakter, tapi karakter seorang peniru. Seseorang yang senang euforia sesaat, saat dimana dirinya menulis artikel Copas, membaginya ke orang lain, dan orang lain ikut-ikutan membahas artikel Copas itu bersama sang CopasMan! Setelah euforia sesaat itu hilang, mereka meninggalkan artikel tersebut begitu saja, di Notes, di Website, di Blog. Karena tidak menulis sendiri mereka jadi tidak mempunyai kesan atas artikel itu, melainkan cuma kesenangan sesaat yang cepat habis, dan membuat mereka ingin segera melakukan aksinya lagi. Hail CopasMan!
Kaum ini haus akan validasi, haus akan pengakuan orang lain atas dirinya. Sebenarnya artikel para CopasMan bagus, cuma mereka tidak percaya diri. Sehingga CopasMan cenderung mencari artikel, ide, karya, dan bahkan LINK, yang sudah terkenal, dan kemudian membagi-pakai ke orang lain. Mereka senang melihat orang lain mengetahui sesuatu setelah dirinya, atau berkat dirnya orang lain tahu sesuatu itu.
Penulisan sumber tidak banyak membantu, Detik.Com, Mashable, VivaNews, Kompas.com, link, originally posted by. Semua itu hanyalah pembenaran dari apa yang mereka lakukan, dan pembuktian atas artikel mereka yang dari auranya sudah aura Copas. Adakalanya CopasMan tidak menuliskan sumber, reader/seer yang teliti akan mencoba bertanya,"Iki ndak gawe dhewe?" Ditanya seperti itu, CopasMan cuma tersenyum kecil, melihat status pengomentar yang 'Single', kemudian tertawa terbahak-bahak.
Adakalanya juga mereka menunggu dahulu komentar tersebut sampai banyak, kemudian membeli rokok di warung, mengcopas berbagai artikel lain, dan membaginya ke orang yang sama. CopasMan biasa menjawab dengan alih-alih:
"Ini copas dari mana gitu lupa url nya"
"Copas dumz, gaya bahasanya bukan gaya bahasa gw"
"Yoi, yang penting menarik kan?"
"Gw cuman share artikel(copas) yang menurut gw menarik"
Aaarrrrghh! Be Creative Man!
CopasMan merupakan turunan dari CopyMan, jika CopyMan mengcopy sesuatu untuk dirinya sendiri, CopasMan cenderung mengcopy sesuatu untuk orang lain, tetapi ujung-ujungnya untuk dirinya sendiri juga. Lalu, gimana solusinya jika ingin berbagai-pakai sesuatu ke orang lain tanpa Copas? Ada banyak cara yang lebih baik.
Diantaranya adalah REMAKER, menulis ulang dengan bahasa sendiri, kadang REMAKER yang baik tetap menyertakan sumber artikel/ide asli, kemudian REVIEWER, mereview bacaan atau kejadian atau barang, beberapa paragraf memang Copas tapi REVIEWER menuliskan pendapat atau opininya sendiri, seakan-akan dia membahas ulang kembali karya tersebut, kemudian TRACKBACKER, berupa kesimpulan singkat dari artikel asli, yang mana ketika reader/seer ingin membaca lengkap artikel itu mereka harus menuju ke sumber aslinya sendiri, dan yang terakhir mungkin menggunakan tombol bagi-pakai yang ada.
Sekali lagi, CopasMan ada di sekitar kita. Mereka banyak, dan merupakan bagian dari tatanan sosial di kehidupan dan budaya bermasyarakat kita. CopasMan menjelma menjadi siapapun yang menurut mereka pantas ditiru dan idenya pantas di Copas. Orang yang ditiru boleh senang karena mereka menjadi TRENDSETTER. Namun adakalanya CopasMan dan TrendsetMan adalah orang yang sama. Itulah yang disebut konspirasi. Konspirasi itu ada, di berbagai bidang dan di berbagai tempat.
-twoh-
orang tiruan
Kita sudah membahas soal DownloadMan, CopyMan dan UploadMan. Lalu apa masih ada yang kurang? Ya tentu saja masih, kali ini suatu kaum yang disebut CopyPaster, atau singkatnya CopasMan.
Kata copas yang sudah tidak asing lagi di telinga kita berasal dari kata COPY/Salin, dan PASTE/Tempel.
Copas tidaklah lebih tinggi derajatnya dari pembajakan, tapi mungkin lebih ringan karena biasanya sesuatu yang dicopas bukanlah sesuatu yang berharga mungkin sekadar Notes milik teman Facebook, postingan seseorang di forum, atau berita menarik dari sebuah web di JejaringJagadJembar.
Tapi, Copas tetap merupakan perbuatan amoral dan keji dengan tidak menghargai hak cipta dari karya orang lain.
"Ah ini bagus! Perlu di-share!",dibalik perlindungan kata-kata itulah para CopasMan menjalankan aksinya, walaupun sudah tersedia berbagai tombol bagi-pakai(share) di Facebook, Digg, Del.icio.us, dan Twitter. CopasMan tetap cuma tersenyum kecil, menganggap tombol itu tidak pernah ada dan menjalankan tiga mantera ampuh, Block, Ctrl-C, dan Ctrl-V.
Awalnya adalah huruf, huruf dirangkai menjadi kalimat, kalimat dirangkai menjadi paragraf, dan paragraf dirangkai menjadi sebuah artikel. Terkadang untuk membuat sebuah artikel penulis membutuhkan tak sedikit keringat demi merangkai kata satu-persatu, juga terkadang mereka bersedia jauh-jauh ke tempat peristiwa demi mendapat informasi. Tapi, CopasMan dengan tega dan sadar, menyalin semua ide digital itu, bahkan tanpa ekspresi sedikitpun.
Lihat! Lihatlah Notes Facebookmu, Artikel di situsmu! Apakah mereka benar-benar karyamu sendiri? Atau mereka hanyalah CopasMatters yang berupa sampah artikel kloningan dari berbagai IP address? Tulisan Copas-copas itu, bahkan walaupun bagus tetap tidak bisa menunjukkan jatidiri asli sang penulis, karena penulis hanyalah seorang CopasMan. Yang bahkan mereka belum membaca artikel asli sampai selesai, dan mendahulukan ritual Merry CopyPaste.
Berapa banyak orang yang mau membayar 90.000 rupiah untuk menonton grup band baru yang berjuang untuk bisa konser demi membawakan lagu-lagu aslinya, dibandingkan dengan tiket seharga 100.000 rupiah untuk menonton, band lokal, sekali lagi band lokal, yang membawakan lagu-lagu dari PeterPan, KangenBand yang sudah terkenal? Anda semua tahu jawabannya, mereka Copas, tapi mereka -tidak menang-, mereka cuma beruntung.
Sekali lagi, Copas tidak menunjukkan karakter, mereka menujukkan karakter, tapi karakter seorang peniru. Seseorang yang senang euforia sesaat, saat dimana dirinya menulis artikel Copas, membaginya ke orang lain, dan orang lain ikut-ikutan membahas artikel Copas itu bersama sang CopasMan! Setelah euforia sesaat itu hilang, mereka meninggalkan artikel tersebut begitu saja, di Notes, di Website, di Blog. Karena tidak menulis sendiri mereka jadi tidak mempunyai kesan atas artikel itu, melainkan cuma kesenangan sesaat yang cepat habis, dan membuat mereka ingin segera melakukan aksinya lagi. Hail CopasMan!
Kaum ini haus akan validasi, haus akan pengakuan orang lain atas dirinya. Sebenarnya artikel para CopasMan bagus, cuma mereka tidak percaya diri. Sehingga CopasMan cenderung mencari artikel, ide, karya, dan bahkan LINK, yang sudah terkenal, dan kemudian membagi-pakai ke orang lain. Mereka senang melihat orang lain mengetahui sesuatu setelah dirinya, atau berkat dirnya orang lain tahu sesuatu itu.
Penulisan sumber tidak banyak membantu, Detik.Com, Mashable, VivaNews, Kompas.com, link, originally posted by. Semua itu hanyalah pembenaran dari apa yang mereka lakukan, dan pembuktian atas artikel mereka yang dari auranya sudah aura Copas. Adakalanya CopasMan tidak menuliskan sumber, reader/seer yang teliti akan mencoba bertanya,"Iki ndak gawe dhewe?" Ditanya seperti itu, CopasMan cuma tersenyum kecil, melihat status pengomentar yang 'Single', kemudian tertawa terbahak-bahak.
Adakalanya juga mereka menunggu dahulu komentar tersebut sampai banyak, kemudian membeli rokok di warung, mengcopas berbagai artikel lain, dan membaginya ke orang yang sama. CopasMan biasa menjawab dengan alih-alih:
"Ini copas dari mana gitu lupa url nya"
"Copas dumz, gaya bahasanya bukan gaya bahasa gw"
"Yoi, yang penting menarik kan?"
"Gw cuman share artikel(copas) yang menurut gw menarik"
Aaarrrrghh! Be Creative Man!
CopasMan merupakan turunan dari CopyMan, jika CopyMan mengcopy sesuatu untuk dirinya sendiri, CopasMan cenderung mengcopy sesuatu untuk orang lain, tetapi ujung-ujungnya untuk dirinya sendiri juga. Lalu, gimana solusinya jika ingin berbagai-pakai sesuatu ke orang lain tanpa Copas? Ada banyak cara yang lebih baik.
Diantaranya adalah REMAKER, menulis ulang dengan bahasa sendiri, kadang REMAKER yang baik tetap menyertakan sumber artikel/ide asli, kemudian REVIEWER, mereview bacaan atau kejadian atau barang, beberapa paragraf memang Copas tapi REVIEWER menuliskan pendapat atau opininya sendiri, seakan-akan dia membahas ulang kembali karya tersebut, kemudian TRACKBACKER, berupa kesimpulan singkat dari artikel asli, yang mana ketika reader/seer ingin membaca lengkap artikel itu mereka harus menuju ke sumber aslinya sendiri, dan yang terakhir mungkin menggunakan tombol bagi-pakai yang ada.
Sekali lagi, CopasMan ada di sekitar kita. Mereka banyak, dan merupakan bagian dari tatanan sosial di kehidupan dan budaya bermasyarakat kita. CopasMan menjelma menjadi siapapun yang menurut mereka pantas ditiru dan idenya pantas di Copas. Orang yang ditiru boleh senang karena mereka menjadi TRENDSETTER. Namun adakalanya CopasMan dan TrendsetMan adalah orang yang sama. Itulah yang disebut konspirasi. Konspirasi itu ada, di berbagai bidang dan di berbagai tempat.
-twoh-
orang tiruan
Posted by
Hafizh Herdi
at
11:03 PM
CopasMan -Para Manusia Copy Paste-
2010-02-05T23:03:00+07:00
Hafizh Herdi
danetter|
Comments
Labels:
danetter
UploadMan & Mereka yang Berkonspirasi
Kita belum membahas satu lagi kaum di dalam lingkaran konspirasi Downloadman & Copyman, yaitu Uploadman atau sebutan kerennya:
mereka yang mengunggah
Kaum ini terdiri dari orang-orang yang jenius dan kreatif, mereka introvert, spesial, dan cenderung temperamen. Profesi mereka bermacam-macam, ada yang programmer, blogger, desainer grafikker, commenter/argumenter, dan sebagainya. Namun mereka semua tertutupi oleh satu topeng yang sama, UploadMan.
Bagaimana mereka semua bisa disebut UploadMan? Bukan, bukan cuma mereka, kita juga mungkin seorang UploadMan. Yang harus dilakukan hanya satu, mengunggah sesuatu ke internet dan membuat file tersebut bisa diakses orang lain.
Wadah dan wadah! Hanya kata itu yang ada dalam otak mereka, seakan mereka tidak puas lagi dengan wadah dan publikasi yang biasa menampung kreativitas mereka di dunia nyata. Tulisan atau listing program mereka muncul di banyak media cetak seperti, surat kabar, tabloid, dan majalah. Wajah mereka juga tak jarang muncul di acara TV, namun mereka seakan tak puas dengan semua itu selama mereka belum mendapat wadahnya sendiri di JejaringJagatJembar(WorldWideWeb).
Namun ada juga diantara Uploadman yang tidak begitu terkenal, mereka tidak/belum pernah muncul di mana-mana. Mereka hanya bisa mengupload suatu tulisan karyanya ke dalam WWW, inilah yang disebut Blogger atau Social Networker. Terkadang kaum Blogger atau Social Networker berbuat sesuatu yang keji dan masuk ke dalam golongan CopyMan, mereka disebut CopyPasters, mereka kaum yang tidak dihargai karena mencari pengakuan dan validasi dengan memanfaatkan sebuah tulisan karya orang lain.
Kembali ke Uploadman!
Kata shared, sharing, share, hosting, source, post adalah nyawa dan identitas mereka. Apalagi jika ditambah satu kata, yaitu "free". UploadMan merasa kurang kalau belum bisa berbagi dengan yang lain sesuatu yang ada di harddisk mereka.
Unggah program, unggah gambar, unggah opini, unggah file mp3, unggah video, unggah apapun yang merupakan hasil karya mereka atau hasil karya orang lain yang belum pernah dipublikasikan. Berbeda dengan kata Download atau Copy, kata Upload cenderung bermakna mulia. Merekalah sumber, produsen. Dan jika dianalogikan dengan rantai makanan, UploadMan adalah tumbuhan. Uploadman sejati bila yang mereka hasilkan benar benar bersumber dari otak dan akal mereka.
Tapi ada juga UploadMan jahat yang mengunggah sesuatu yang berbahaya, seperti virus. Mereka didukung dengan bot-bot yang berasal dari jutaan komputer, memiliki website memikat yang di baliknya mengintai dengan tenang si virus, menunggu sang DownloadMan datang. Dan di saat CopyMan menancapkan perangkat penyimpanan data ke komputer DownloadMan, karya mereka pun tersebar luas!
Mereka dilawan dengan UploadMan yang baik, sesuatu yang mereka unggah bernama anti-virus. Tapi UploadMan jahat kadang tidak habis akal, mereka mengubah virus tersebut menjadi gambar, video, musik, bahkan menjadi anti-virus itu sendiri.
UploadMan ada di sekitar kita, tergabung ke dalam tatanan kehidupan sosial -nyata maupun maya-, mereka berkedudukan setara dengan DownloadMan tapi tidak dengan CopyMan. Kadang UploadMan, DownloadMan dan CopyMan adalah orang yang sama. Contohnya, saat seseorang mengcopy source code program orang lain, lalu meng-upload program yang telah mereka perbarui ke www, kemudian jika program itu dimodifikasi oleh orang lain, mereka me-download-nya kembali untuk diperbaiki lagi, begitu seterusnya. Semua itu membentuk mata rantai Upload-Download-Copy yang sangat erat dan tidak akan pernah putus. Itulah yang disebut konspirasi tingkat tinggi.
mereka yang mengunggah
Kaum ini terdiri dari orang-orang yang jenius dan kreatif, mereka introvert, spesial, dan cenderung temperamen. Profesi mereka bermacam-macam, ada yang programmer, blogger, desainer grafikker, commenter/argumenter, dan sebagainya. Namun mereka semua tertutupi oleh satu topeng yang sama, UploadMan.
Bagaimana mereka semua bisa disebut UploadMan? Bukan, bukan cuma mereka, kita juga mungkin seorang UploadMan. Yang harus dilakukan hanya satu, mengunggah sesuatu ke internet dan membuat file tersebut bisa diakses orang lain.
Wadah dan wadah! Hanya kata itu yang ada dalam otak mereka, seakan mereka tidak puas lagi dengan wadah dan publikasi yang biasa menampung kreativitas mereka di dunia nyata. Tulisan atau listing program mereka muncul di banyak media cetak seperti, surat kabar, tabloid, dan majalah. Wajah mereka juga tak jarang muncul di acara TV, namun mereka seakan tak puas dengan semua itu selama mereka belum mendapat wadahnya sendiri di JejaringJagatJembar(WorldWideWeb).
Namun ada juga diantara Uploadman yang tidak begitu terkenal, mereka tidak/belum pernah muncul di mana-mana. Mereka hanya bisa mengupload suatu tulisan karyanya ke dalam WWW, inilah yang disebut Blogger atau Social Networker. Terkadang kaum Blogger atau Social Networker berbuat sesuatu yang keji dan masuk ke dalam golongan CopyMan, mereka disebut CopyPasters, mereka kaum yang tidak dihargai karena mencari pengakuan dan validasi dengan memanfaatkan sebuah tulisan karya orang lain.
Kembali ke Uploadman!
Kata shared, sharing, share, hosting, source, post adalah nyawa dan identitas mereka. Apalagi jika ditambah satu kata, yaitu "free". UploadMan merasa kurang kalau belum bisa berbagi dengan yang lain sesuatu yang ada di harddisk mereka.
Unggah program, unggah gambar, unggah opini, unggah file mp3, unggah video, unggah apapun yang merupakan hasil karya mereka atau hasil karya orang lain yang belum pernah dipublikasikan. Berbeda dengan kata Download atau Copy, kata Upload cenderung bermakna mulia. Merekalah sumber, produsen. Dan jika dianalogikan dengan rantai makanan, UploadMan adalah tumbuhan. Uploadman sejati bila yang mereka hasilkan benar benar bersumber dari otak dan akal mereka.
Tapi ada juga UploadMan jahat yang mengunggah sesuatu yang berbahaya, seperti virus. Mereka didukung dengan bot-bot yang berasal dari jutaan komputer, memiliki website memikat yang di baliknya mengintai dengan tenang si virus, menunggu sang DownloadMan datang. Dan di saat CopyMan menancapkan perangkat penyimpanan data ke komputer DownloadMan, karya mereka pun tersebar luas!
Mereka dilawan dengan UploadMan yang baik, sesuatu yang mereka unggah bernama anti-virus. Tapi UploadMan jahat kadang tidak habis akal, mereka mengubah virus tersebut menjadi gambar, video, musik, bahkan menjadi anti-virus itu sendiri.
UploadMan ada di sekitar kita, tergabung ke dalam tatanan kehidupan sosial -nyata maupun maya-, mereka berkedudukan setara dengan DownloadMan tapi tidak dengan CopyMan. Kadang UploadMan, DownloadMan dan CopyMan adalah orang yang sama. Contohnya, saat seseorang mengcopy source code program orang lain, lalu meng-upload program yang telah mereka perbarui ke www, kemudian jika program itu dimodifikasi oleh orang lain, mereka me-download-nya kembali untuk diperbaiki lagi, begitu seterusnya. Semua itu membentuk mata rantai Upload-Download-Copy yang sangat erat dan tidak akan pernah putus. Itulah yang disebut konspirasi tingkat tinggi.
Posted by
Hafizh Herdi
at
6:30 PM
UploadMan & Mereka yang Berkonspirasi
2010-02-05T18:30:00+07:00
Hafizh Herdi
danetter|techlife|
Comments
Saturday, October 31, 2009
DownloadMan & Copyman 2
Konspirasi terus berlanjut. Bagi yang belum membaca bagian satu, kliklah %^%.
Di dalam berinternet, kita melihat bahwa banyak sekali konten yang bertebaran ada di sana. Sayangnya, semua konten yang ada disana adalah milik orang lain. Cara paling mudah untuk menikmati konten orang lain, tanpa harus memikirkan hak cipta, etika, dan sebagainya adalah dengan cara mengunduhnya ke dalam media penyimpanan yang ada. Nah orang yang bertugas seperti itu dinamakan DownloadMan.
Lihatlah semua yang ada di PC mu! Di Harddisk mu, adakah file-file itu hasil karyamu sendiri? Atau mereka tidaklah lebih dari sebuah Download Matters.
Download, kata itu lebih tinggi sedikit tingkatannya daripada Bajak, atau Copy. Namun juga mencakup area antara Legal hingga Illegal. Semuanya berasal dari satu sumber yaitu Internet! Internet tidak lebih dari sebuah awan, yaitu komputer awan cloud computer, awan itu putih buram, seperti halnya pengetahuan kita tentang dari komputer mana file yang saya download berasal? Hal itu tidaklah penting bagi Downloadman. Entah itu berasal dari komputer asli, maupun dari ghost computer. Bagi mereka, jika kabel Local Area Network telah menancap di RJ 11 port. Hal yang pertama mereka pikirkan adalah, "Selamat Datang di Dunia Maya." Dengan senyum tersungging di bibir mereka mulai melakukan aksinya.
Perpaduan antara kecepatan mengetik keyboard dengan ketepatan presisi letak kursor. Membuka lima tab kurang dari lima detik. Kemudian dengan beberapa shortcut key yang terintegrasi ke beberapa search engine maupun file transfer protocol. Mereka mulai mengetikkan kata-kata favorit mereka, seperti "free download", "filetype", "torrent". Begitu mudah seperti membalikkan telapak tangan! Setelah bertemu apa yang dicari, mereka kembali tersenyum kecil, jika target lumayan susah untuk didapatkan seperti 4096Mb iso DVD, tetap saja mereka cuma tersenyum kecil.. Kemudian, tanpa belas kasihan mereka mengumpankan file terget ke monster yang menunggu di balik layar, apa lagi kalau bukan Download Manager.
Ada suatu kaum yang lebih licik dan keji dibandingkan dengan DownloadMan, yaitu Copyman (orang yang suka mengcopy) bisa juga disebut sebagai DownloadMan Passive. Daripada mencari di Internet, mereka lebih sering datang ke rumah DownloadMan dengan berbekal Flashdisk, atau HDD Eksternal. Apa lagi yang mereka incar selain komputer DownloadMan. Menguras semua yang ada di dalam komputer tersebut, sebuah perbuatan yang sangat licik. Ketika flashdisk tertancap dan notification found new hardware tertancap, dengan mata menatap lekat ke monitor seraya tersenyum mereka berkata, "Aku sudah Masuk!!". Hanya dengan Ctrl+E, maka tersedialah semua file yang ada, tanpa pertahanan, kemudian kombinasi mematikan antara Ctrl+C dan Ctrl+V, ditambah beberapa klik mouse.
Ditambah kata-kata ijin palsu kepada sang downloadman yang duduk di belakangnya, seperti, "Aku ngopi iki yo" atau, "Minta file ***** ini ya!" Itu tidak lebih dari sekadar omong belaka, karena saat mereka minta ijin, file sudah dalam status Copying, kemudian saat mereka usai minta ijin. Ketika itulah file tersbut selesai dicopy. Usai sudah...
Downloadman dan Copyman, mereka berdua ada di sekitar kita, tergabung dalam suatu tatanan kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial. Adakalanya DownloadMan dan CopyMan dalah orang yang sama. Adakalanya mereka adalah sahabat karib, atau orang yang Anda baru saja kenal. Itulah yang disebut konspirasi. Namun semua ini tidak lepas dari peran pihak ketiga yang tidak kalah penting, UploadMan..
Di dalam berinternet, kita melihat bahwa banyak sekali konten yang bertebaran ada di sana. Sayangnya, semua konten yang ada disana adalah milik orang lain. Cara paling mudah untuk menikmati konten orang lain, tanpa harus memikirkan hak cipta, etika, dan sebagainya adalah dengan cara mengunduhnya ke dalam media penyimpanan yang ada. Nah orang yang bertugas seperti itu dinamakan DownloadMan.
Lihatlah semua yang ada di PC mu! Di Harddisk mu, adakah file-file itu hasil karyamu sendiri? Atau mereka tidaklah lebih dari sebuah Download Matters.
Download, kata itu lebih tinggi sedikit tingkatannya daripada Bajak, atau Copy. Namun juga mencakup area antara Legal hingga Illegal. Semuanya berasal dari satu sumber yaitu Internet! Internet tidak lebih dari sebuah awan, yaitu komputer awan cloud computer, awan itu putih buram, seperti halnya pengetahuan kita tentang dari komputer mana file yang saya download berasal? Hal itu tidaklah penting bagi Downloadman. Entah itu berasal dari komputer asli, maupun dari ghost computer. Bagi mereka, jika kabel Local Area Network telah menancap di RJ 11 port. Hal yang pertama mereka pikirkan adalah, "Selamat Datang di Dunia Maya." Dengan senyum tersungging di bibir mereka mulai melakukan aksinya.
Perpaduan antara kecepatan mengetik keyboard dengan ketepatan presisi letak kursor. Membuka lima tab kurang dari lima detik. Kemudian dengan beberapa shortcut key yang terintegrasi ke beberapa search engine maupun file transfer protocol. Mereka mulai mengetikkan kata-kata favorit mereka, seperti "free download", "filetype", "torrent". Begitu mudah seperti membalikkan telapak tangan! Setelah bertemu apa yang dicari, mereka kembali tersenyum kecil, jika target lumayan susah untuk didapatkan seperti 4096Mb iso DVD, tetap saja mereka cuma tersenyum kecil.. Kemudian, tanpa belas kasihan mereka mengumpankan file terget ke monster yang menunggu di balik layar, apa lagi kalau bukan Download Manager.
Ada suatu kaum yang lebih licik dan keji dibandingkan dengan DownloadMan, yaitu Copyman (orang yang suka mengcopy) bisa juga disebut sebagai DownloadMan Passive. Daripada mencari di Internet, mereka lebih sering datang ke rumah DownloadMan dengan berbekal Flashdisk, atau HDD Eksternal. Apa lagi yang mereka incar selain komputer DownloadMan. Menguras semua yang ada di dalam komputer tersebut, sebuah perbuatan yang sangat licik. Ketika flashdisk tertancap dan notification found new hardware tertancap, dengan mata menatap lekat ke monitor seraya tersenyum mereka berkata, "Aku sudah Masuk!!". Hanya dengan Ctrl+E, maka tersedialah semua file yang ada, tanpa pertahanan, kemudian kombinasi mematikan antara Ctrl+C dan Ctrl+V, ditambah beberapa klik mouse.
Ditambah kata-kata ijin palsu kepada sang downloadman yang duduk di belakangnya, seperti, "Aku ngopi iki yo" atau, "Minta file ***** ini ya!" Itu tidak lebih dari sekadar omong belaka, karena saat mereka minta ijin, file sudah dalam status Copying, kemudian saat mereka usai minta ijin. Ketika itulah file tersbut selesai dicopy. Usai sudah...
Downloadman dan Copyman, mereka berdua ada di sekitar kita, tergabung dalam suatu tatanan kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial. Adakalanya DownloadMan dan CopyMan dalah orang yang sama. Adakalanya mereka adalah sahabat karib, atau orang yang Anda baru saja kenal. Itulah yang disebut konspirasi. Namun semua ini tidak lepas dari peran pihak ketiga yang tidak kalah penting, UploadMan..
Posted by
Hafizh Herdi
at
11:16 PM
DownloadMan & Copyman 2
2009-10-31T23:16:00+07:00
Hafizh Herdi
danetter|techlife|
Comments
Monday, June 1, 2009
Kata Kunci yang Membawa Pengunjung ke Blogku
Kata kunci atau keyword adalah kata-kata yang diketikkan seseorang ke dalam search engine jika mereka ingin mencari sesuatu. Postingan ini merupakan daftar kata kunci yang pernah diketik oleh seseorang dan membawa ke salah satu blog saya, ini dia.
Daftar:
- jokes dirty (dari Google India)
- jokes about facebook (dari Google UK)
- funny facebook box (dari Google Canada)
- funny facebook ideas (dari Google UK)
- entah apa keywordnya, tapi seseorang dari Germany mencari gambar, dan ini hasilnya Google.co.de
- facebook text box :putnam: (dari Google.com) dia terdeteksi menggunakan browser Safari, wah jarang juga.
- jokes celtic 2009 (dari search.virginmedia.com) hehe, tenyata blogku terindeks di situ ya..
- coloured jokes about white (dari Google.com)
- funny facebook jokes (dari Google Indonesia)
- NOT CALL ME COLOURED (dari Google UK)
- coloured jokes about white (dari Google.com)
- funny facebook feeds (dari Google.com)
- facebook secret (dari Google Indonesia)
- funny facebook fan ads (dari Google.com)
- funny celtic jokes 2009 (dari Google UK)
- facebook tag photo jokes (dari Google.com)
- fake image jokes (dari Google.co.hr) Croatia
- funniest facebook joke (dari Google UK)
- jokes about getting lost and navigation (dari Google.com)
- funny facebook quotes (dari Google.com)
- funny emoticons facebook (dari Google.com)
- call me coloured jokes (dari Google Australia)
- little celtics fan facebook (dari Google.com)
- jokes about facebook (dari Google UK)
- facebook funny friend list (dari Google UK)
- funny facebook jokes (dari Google.com)
- little celtics fan facebook jokes (dari Google.com)
- joke trafic sign (dari Google.com)
- funny facebook comments (dari Google UK)
- walt disney jokes (dari Google Canada)
- walt disney dirty jokes (dari Google.com)
- funny traffic jokes (dari Google.com)
- little celtics fan facebook (dari Google.com Canada)
- "funny jokes" (dari Google Australia)
- google funny jokes (dari Google.com)
- pascal screen (dari Google France)
- blaise pascal health problem (dari Google.com)
- tricks pascal (Google.com Brasil)
- onload of page my antivirus put alert (dari Google Indonesia)
- coding palindrom di pascal" (dari Google Indonesia)
- palindrom pascal / pascal palindrom (dari Google Indonesia)
- procedure turbo pascal (dari Google Indonesia)
- clear screen in pascal language (dari Google.com Iran)
yah ini untuk sementara, akan selalu di-update, terima kasih untuk FEEDJIT
Posted by
Hafizh Herdi
at
9:03 AM
Kata Kunci yang Membawa Pengunjung ke Blogku
2009-06-01T09:03:00+07:00
Hafizh Herdi
danetter|
Comments
Labels:
danetter
Subscribe to:
Posts (Atom)
Petunjuk Arah
- adsense (1)
- alius (1)
- bisnis twoh (4)
- cerita inspirasi (2)
- cerpen (3)
- danetter (5)
- Ego-state therapy. (1)
- genia (1)
- hypnosis (1)
- journeylist (3)
- keajaiban pikiran (2)
- kisah sukses. (2)
- kunci sukses (2)
- memahami hidup (3)
- mestakung (1)
- motivasi (4)
- musicalis (1)
- persona (16)
- prog (6)
- reor (2)
- semesta mendukung (3)
- soc (2)
- socie (6)
- techlife (5)
- tips cinta (1)
- tips wirausaha (2)
- trafik internet (1)
- twoh (2)
- twoh's engineering (1)