Bagaimana Caranya Membuat Sesuatu atau Seseorang, Hilang Dari Pikiranmu



Well, sudah lama saya tidak menulis notes motivasi. Kesibukan kuliah dan bermain membuat saya sejenak melupakan soal motivasi, melupakan tentang orang-orang di luar sana yang ter-demotivated karena berbagai hal. Bertahanlah, kamu masih punya masa depan yang membentang luas, dan suatu saat, akan ada saatnya dimana kamu akan menertawakan dirimu di masa lalu, sembari berkata: "Aku waktu itu lucu sekali."

Oke, saya barusan chatting dengan seorang teman wanita dan dia minta beberapa nasihat tentang bagaimana melupakan mantan pacarnya setelah mereka putus. Kadang, ada saat dimana saya juga ingin melupakan suatu hal(atau seseorang) di masa lalu, jadi saya punya beberapa saran, yang terbaik adalah seperti ini.





The Problem

Saya benci kata 'problem', itu mengisyaratkan kalau ada sesuatu yang negatif yang harus kita hadapi dan itu mempunyai potensi untuk membuat kita 'jatuh'. Saya lebih memilih gaya berpikir Echkart, 'antara menghadapi masalah, atau melupakan masalah itu'. Bagaimanapun juga, menggunakan kata 'problem' mungkin cara terbaik untuk langsung ke inti masalah.

Masalahnya adalah kita ikut jatuh dikarenakan masalah kita, karena kisah-kisah kita sendiri, dan kita berpikir soal itu terus-menerus tanpa henti. Masalah bisa menjadi sangat menjengkelkan sampai kita akan melakukan apapun untuk mengatasinya dan membuatnya menghilang dari pikiran kita, masalah bisa menjadi sangat menjengkelkan sampai kita secara harfiah akan melakukan apapun untuk melupakannya. Jika kemudian hal itu sampai pada ingin melupakan sesuatu dari pikiran kita, maka itu juga bisa dibilang masalah.

Memikirkannya secara terus-menerus akan membawa kita semakin stress, tapi cobalah melihat hal tersebut dari sudut pandang yang berbeda:

Masalah memberikan kita kesempatan untuk lebih mengenal diri kita
Masalah memberikan kita ijin untuk tidak berubah
Masalah mengajari kita cara berpikir rasional kenapa hal-hal tidak berjalan dengan baik

Walaupun kita membenci masalah kita, kita juga mencintainya pada saat yang bersamaan. Maksud saya bukan lantas pada saat bangun tidur kita semua berpikir, "Wohoo, aku punya masalah hari ini", tentu saja tidak. Bagaimanapun, secara tidak sadar semua poin-poin di atas adalah benar, masalah kita adalah kisah kita, dan saya akan memberitahu Anda dengan jelas apa arti semua itu.

Kamu Adalah Bukan Kisah-mu

Kamu jelas-jelas bukanlah kisahmu. Kisahmu bisa apapun, dan semua kisah-kisah itu "milikmu". Ada beberapa contoh sederhana :

Bagaimana hubunganmu di masa lalu membuatmu takut menjalin hubungan yang baru
Bagaimana kejadian buruk di masa lalu telah merusak masa depanmu
Bagaimana kecerdasanmu yang tidak seberapa membuatmu susah mencari uang
Bagaimana situasi hidupmu membuatmu tidak bisa berubah

Semua orang mempunyai kisahnya masing-masing, dan hanya beberapa orang yang tahu cara untuk putus hubungan dengan kisah-kisahnya, mereka menyadari bahwa semua itu tidak membuat mereka menjadi dirinya sendiri. Mereka menyadari kalau kisah-kisahnya tidak mengendalikan masa depan mereka. Bagaimana kisah saya? Saya drop-out kuliah, saya bekerja di toko baju murahan selama dua tahun dan saya tidak mempunyai pendidikan yang tinggi. Apakah semua itu lantas menghentikan saya? Tidak, demi neraka!(Hell no!).

Melangkahlah, lakukan sesuatu yang berbeda. Saya bekerja keras untuk menjadi pemasar internet yang terbaik selama lebih dari tiga tahun dan sekarang saya ada di posisi yang sangat hebat, tidak begitu jauh dari 'bekerja secara full time untuk diri sendiri'. Tahukah kamu kalau banyak CEO top di Inggris yang bahkan tidak mengenyam bangku kuliah, saya serius.

Membuatnya Hilang dari Pikiranmu

Jadi sekarang sudah jelas, masalahnya adalah kita terhubung dengan kisah-kisah kita, lantas kita menentukan siapa kita berdasarkan kisah-kisah tersebut. Bagaimanapun juga, kita bukanlah masalah-masalah yang kita hadapi, karena realitanya masalah hanyalah sebuah ilusi. Sesuatu menjadi sebuah masalah hanya jika kita menganggapnya sebuah masalah. Bagaimana kedengarannya?

Sekarang permasalahan yang saya maksud di sini adalah merasa tidak dapat berhenti berpikir tentang sesuatu, tidak bisa membuat sesuatu itu keluar dari kepalamu. Pikirkan betapa gilanya, kita tidak bisa berhenti berpikir tentang sesuatu, pikiran kita telah dikuasai oleh nafsu kita...atau memang sudah terjadi?

Putus Hubungan dari Kisahmu

Jika kamu percaya kalau situasimu saat ini telah menunjukkan siapa dirimu, maka kamu tidak akan bisa lepas dari masalah. Simpel saja, itu semua karena kamu mengidentifikasikan dirimu berdasarkan kisah-kisahmu di masa lalu, kamu memandangnya sebagai referensi sumber dan karena itu juga mereka menjadi sumber dari rasa sakitmu. Saya tidak memiliki ijazah kuliah, tapi apakah kata-kata barusan membuat saya terlihat seperti orang yang tidak cerdas?

Semakin cepat kamu menyadari kalau kamu bukanlah kisah-kisahmu atau situasimu saat ini, kamu akan mulai melihat bahwa ada dunia yang seutuhnya di luar sana, berisi dengan peluang-peluang untuk merubah kenyataan, menunggu agar kamu segera bergerak dan menggenggam erat mereka dengan kedua tanganmu.

Beberapa dari kita menyukai kenangan yang ada di kisah-kisah kita, mereka membantu kita untuk mengenal siapa diri kita. Jika kamu membuang kisahnya orang lain, maka apa yang tersisa? Mungkin, rasa ikhlas menerima semua dengan apa-adanya.

Memutuskan Kapan Kamu Ingin Bebas

Mungkin kamu berpikir saya gila, tapi secara tidak sadar kita tidak ingin untuk putus hubungan dengan kisah-kisah kita, gimana lagi, mereka kan kisah milik kita. Jadi, kamu harus memutuskan apakah kamu ingin terbebas dari hal-hal yang terus-menerus mengganggu pikiranmu atau kamu mencoba untuk bertahan karena, seperti telah disebutkan, mereka membuat dirimu untuk tidak berubah.

Masalah kita dengan cara tertentu, bisa dengan nyata membuat hidup kita lebih mudah. Mereka membuat kita berhenti berusaha untuk melakukan sesuatu yang berbeda, karena kita percaya masalah-masalah tersebut membuat kita tidak bisa berubah dan yah, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Dengarkanlah kata hatimu, temukanlah kalau kamu sebenarnya sangat ingin untuk melangkah dan melupakan tentang sesuatu atau seseorang itu, karena jika tidak maka semua itu tidak akan terjadi.

Terimalah Dengan Lapang Dada

Jika kamu terus menerus berperang untuk melupakan sesuatu, maka kamu sedang berperang dengan dirimu sendiri, dan itu tidak menyenangkan. Menerima apa adanya bukan berarti kamu tidak mencoba atau berubah secara pribadi; tetapi itu hanya bermakna bahwa kamu tidak menolak situasi yang memang terjadi pada saat ini. Jika kamu memikirkan seseorang atau sesuatu, biarkanlah, jangan menolaknya.

Kemudian secara ajaib, atau tidak, pikiran dan tingkah lakumu akan berubah. Hal-hal yang dari dulu mengganggumu akan hilang. Kenapa? Karena kamu menerima kalau hal itu mengganggumu dan jangan biarkan hal itu membuatmu jatuh. Kamu menerima kalau saat ini kamu sedang "diganggu" dan terus melangkah. Cobalah berpikir, apa atau siapa yang sedang mengganggumu, karena kenyataanya itu adalah dirimu sendiri. Dan semakin cepat kamu menolak keadaanmu sekarang ini, maka, itulah saat dimana masalahmu akan datang kembali.

Masih tidak percaya kalau masalah hanyalah sebuah ilusi?

terjemahan bebas : twoh
originally posted by : glen - pluginID



Teruskan membaca...

SOLANIN (ソラニン) Indonesian Translation



Pikiran yang salah dari balik langit
Apakah hidup hanya dihabiskan dengan berkata "Good Bye?"
Kepingan kecil masa depan yang kulihat
Hanyalah lambaian tangan perpisahan


Kamar kecil yang pernah kutinggali
Sekarang ditempati oleh orang lain
Kata-kata kasarku padamu
Hari hari yang telah berlalu

Mungkin kalau dulu kuambil kesempatan itu, kalau aku bisa kembali ke hari itu
Tapi aku tidak akan menjadi orang yang sama

Bahkan bila kebahagiaan kecil
yang entah bagaimana bisa bertahan
Sebuah benih buruk pasti akan tumbuh
Jadi kurasa ini adalah perpisahan

Sekaleng kopi dingin dari musim dingin yang membeku
Syal berwarna pelangi
Aku cari angin di gang belakang
Semuanya toh kembali kepadaku

Bahkan bila kebahagiaan kecil
yang entah bagaimana bisa bertahan
Sebuah benih buruk pasti akan tumbuh
Jadi kurasa ini adalah perpisahan

Kurasa

Selamat tinggal, sudahlah
Kamu dapat bernaung di mana saja
Selamat tinggal, Aku juga akan melakukan sesuatu
Selamat tinggal, itulah yang 'kan kulakukan


Teruskan membaca...

Panduan untuk Shell Eco Marathon Kuala Lumpur



Just as the World Cup 2010 reaches its peak, so is the preparation for the Shell Eco-marathon Asia. Soon, the culmination of your hard work over the past few months and the sweat of overcoming the various challenges in building your vehicle will finally be put to test at Asia’s very first Shell Eco-marathon event. With the Vietnam team withdrawing at the eleventh hour, the challenge now lies with the remaining 82 teams from 10 countries. Which team will be crowned the first most efficient vehicle in Asia? How far of a distance will be recorded? We will see in just 3 days time…


________________________________________
7 July – Hari Pendaftaran


7 July is THE day. Kamu akan diperbolehkan untuk memasuki lintasan dan mendaftarakan anggota timmu. Untuk pergi ke lintasan, naiklah shuttle bus dari Concorde Inn atau Palm Garden Hotel. Bis pertama datang jam 8 pagi,bis berikutnya akan datang dalam selang waktu setengah jam untuk Concorde Inn dan setiap satu jam untuk Palm Garden. Setelah kamu sampai pada lintasan, pergilah ke Paddock Club 3 lantai satu.
________________________________________
Registration Process Tips
Untuk kemudahan dalam registrasi, ikuti tips berikut
• Bawa kartu pelajar (untuk orang M Alay)
• Bawa informasi penerbangan dan nomor kamar hotel yang diberikan teman tim mu.
• Jika kamu mempunyai lebih dari 8 anggota dalam satu tim yang membutuhkan akses ke pit, tolong bawalah bukti pembayaran, jika kamu belum membayar tolong bawalah uang tunai dalam satuan USD atau ringgit.
• beitahukan kepada petugas registrasi jika ada perubahan Maqnajer tau pengendara dalam tim. Penting bagimu untuk mendapatkan formulir Persetujuan untuk Mematuhi Peraturan yang baru.
• Tinggalkan nomor handphone mu dan nama timmu pada petugas registrasi. Kamu akan dihubungi jika registrasi timmu sudah selesai.


________________________________________
Other things you need to know/remember…



• A track tour will be conducted for all drivers on Wednesday, 7 July from 10:00am to 6:00pm.
• All drivers and team managers are required to attend the Mandatory Team Briefing at least once. Please refer to the schedule in the Participants Handbook.
• The track will only be open for Track Runs on Thursday, 8 July from 7:00am.
• The last shuttle from the Track to Concorde Inn and Palm Garden Hotel is at 10:00pm everyday. Please plan and manage your schedule accordingly.
• Should you require tid-bits in between meals, snacks can be purchased from Paddock Club 3 between 9:00am and 6:00pm.
• Shell Eco-marathon Flash Mob classed will take place on Wednesday, 7 July at 2:30pm and Friday, 9 July at 3:30pm at Paddock Club 2. All are invited to participate!
• Work safe. Keep your working place tidy to avoid untoward incidents.
• Please inform the race organisers should you fall ill with influenza symptoms.
• Your assigned Shell Ambassadors should always be your first point of contact for assistance and enquiries.
• The Paddock Clubs have free wifi facility if you wish to get connected. Or you can utilised the workstations available at the Lounge Area in Paddock Club 3.
• Please avoid Crocs and any open-to footwear especially when you are at the track and working at the pit.
• Dress code: smart casual, comfortable but nothing revealing please!


________________________________________
Shell Eco-marathon “People’s Choice” Award


The polls are open and voting has started for the “People’s Choice” Award for teams competing in this year’s Shell Eco-marathon Asia. This is your opportunity to market your team and get your supporters to go online and vote for your team. The team with the most votes by the afternoon of the second competition day will win the new Off Track Award that includes a trophy and USD$500. "People's Choice" Award

________________________________________
Tag Your Snaps!


We want to share your photos and videos of your team, car and Shell Eco-marathon Asia competition experience with the world! All you need to do is tag your photos and videos with SHELLECO when you share them online and they’ll automatically get added to our Flickr and YouTube feeds.

________________________________________
Need an App for That?


You can also share your photos and videos directly from your mobile device by going to http://ecomarathon.shell.com/mobile/ from your mobile device. Your device type will automatically be detected and appropriate instructions and downloads will be displayed on the screen. Remember to tag all your Shell Eco-marathon photos and videos with SHELLECO.


Teruskan membaca...

Kisah Seorang Mahasiswa dan Penjual Makanan



Dalam beberapa hari terakhir ini, saya menemukan beberapa orang yang baik. Mereka benar-benar baik hati.




Sore itu, saya dalam perjalanan menuju kampus ketika tiba-tiba perut terasa lapar. Langsung saja saya mampir ke sebuah warung makan di dekat situ. Ketika sampai di dalam, ibu pemilik warung berkata,“Lauknya tinggal ini aja dek, gimana gak apa apa?” Memang di warung itu terlihat hanya ada sedikit lauk pauk, sebenarnya saya bisa memilih warung yang lain, tapi entah kenapa saya memilih untuk makan di sana.

Ketika saya sedang makan, tiba tiba seorang mahasiswa datang ke warung itu. Kelihatannya usianya hampir sebaya dengan saya. Ibu pemilik warung juga berkata hal yang sama padanya, namun sama seperti saya, dia memilih untuk makan di sini.

Sembari makan, saya mendengarkan percakapan antara, mahasiswa itu dengan ibu pemilik warung. Mahasiswa itu memesan makanan untuk dibawa pulang dan bertanya,“Kalau ini jadi berapa harganya bu?” Si penjual pun berkata kalau harganya 3500.

Mahasiswa itu lantas membatalkan pesanan dan memilih lauk yang lain. Ibu penjual yang ramah kemudian bertanya, “kenapa nggak jadi dek?” Dan mahasiswa itu menjawab, kalau, uangnya hanya 3000 rupiah, atau kurang Rp 500.

Mendengar hal itu, sang penjual pun segera berkata, “Ya udah dek, ninggal lima ratus nggak apa-apa, ini juga sudah mau tutup.”

Namun mahasiswa itu dengan santun menolak tawaran ibu tersebut, dengan alasan takut lupa. Sang penjual yang baik lalu berkata,“Tidak apa-apa atuh dek. Lagian si adek juga kan sering makan di sini.” Mahasiswa itu masih tetap tidak mau berhutang di situ, hingga ibu tersebut merasa tidak enak dan berkata,“Udah dek nggak apa apa. Bener. Adek kayak sama siapa aja, nanti kalau lupa ya ibu yang ingetin.”

Biarpun begitu, si mahasiswa tetap menolak tawaran ibu itu dengan halus, dan memilih menu lain yang harganya 2500 rupiah.

Setelah dibungkus, mahasiswa itu lalu membayar dengan uang 3000 yang dia miliki. Saat hendak mencari uang kembalian, si ibu penjual ternyata tidak mempunyai uang 500 rupiah.

Dan apa yang terjadi? Mahasiswa itu langsung berkta,"Ya udah nggak apa-apa bu. 500 nya ninggal disini saja."

Tentu saja sang penjual merasa terharu dengan kebaikannya. Dan mahasiswa itu pun diberi lauk tambahan yang harganya melebihi uang kembalian 500 rupiah.

Selama ini mungkin kita terus-terusan menerima kebaikan dari orang lain. Alangkah baiknya kalau kita berpikir, "Apa kebaikan yang sudah kita perbuat untuk orang lain?"

Seperti halnya dengan rahmat takterhingga yang diberikan Allah SWT kepada kita. Apapun keadaan kita, kita harus mensyukurinya. Karena di balik itu semua tentunya ada hikmah yang telah Allah SWT rencanakan untuk kita.



Twoh





Teruskan membaca...

Tanggapan Untuk Kasus Twitter Mario Teguh



Beberapa minggu yang lalu santer terdengar berita tentang akun twitter Mario Teguh yang dinon-aktifkan karena memuat tweet motivasi yang menyinggung tentang profil pasangan seseorang.




Beliau berkata bahwa wanita yang suka dugem, clubbing, begadang sampai pagi, merokok dan minum-minuman keras tidak mungkin direncanakan untuk menjadi ISTRI.

Sebenarnya, perkataan Mario Teguh itu ada benarnya, tetapi juga ada salahnya.



Dari sisi benarnya, Mario Teguh mengajarkan kepada kita untuk pandai-pandai memilih calon istri, dimana tentu saja yang dipilih adalah wanita yang baik moral dan akhlaknya. Kita semua tahu kan apa yang para wanita kenakan dan lakukan saat Dugem atau Clubbing?

Dari sisi salahnya, dengan perkataan; 'tidak mungkin direncanakan untuk menjadi ISTRI' Mario Teguh seakan men-judge wanita yang seperti itu tidak mungkin menjadi Istri seorang pria yang, katakanlah baik. Hey, bukankah human changes? Manusia itu berubah, dan bisa saja setelah menjadi seorang istri, mereka berubah sifatnya ke arah yang lebih baik. Lagipula jodoh itu ada di tangan Tuhan.

Dari fenomena ini, kita bisa simpulkan sepertinya bangsa Indonesia tidak loyal terhadap suatu publik figur. Mereka memandang seseorang berdasarkan apa yang mereka katakan. Ketika Mario Teguh berbicara tentang motivasi-motivasi yang baik, mereka langsung menyukainya, mengikuti acara Golden Ways setiap minggu, mem-follow twitter beliau, dan berlangganan News Letter email motivasi. Tapi apa yang terjadi ketika Mario Teguh berujar seperti yang barusan? Bangsa ini, entah benar-benar clubber atau bukan, dengan entengnya mengatakan, Cupu, Lebay, Wagu, ABG labil, seakan-akan mereka mengatai seorang anak kecil yang tidak sadar dengan apa yang dia katakan. Bukankah benar kalau kita bisa menilai seseorang dari apa yang mereka katakan? Lalu apa kita sendiri juga tidak pernah berkata,

"Hey, cowok itu nggak pantas deh jadi pacarmu. Dia kan miskin.."

"Jangan deh berteman dengan dia. Dia jelek sikapnya, suka dugem, begadang, minum-minuman keras..."

Well, Mario Teguh adalah seorang motivator yang telah berpengalaman selama kurang lebih 20 tahun. Tentunya itu juga tidak menjadi alasan untuk tidak pernah berbuat salah.

Tidak ada seorangpun yang tidak pernah berbuat salah dan khilaf. Jadi jika ada seseorang yang berkata salah, baik disengaja maupun tidak kita seharusnya bisa memandang dan menilai kesalahan itu dari berbagai sisi, sehingga tidak menimbulkan kejadian yang dirasa tidak perlu, seperti Mario Teguh yang kemudian menutup akun Twitter-nya.

Twitter MT ditutup mungkin karena beliau malas untuk menghadapi masalah yang serupa di kemudian hari. Masalah yang juga menimpa banyak kalangan selebritas, seperti kasus Ahmad Dhani, Roy Suryo, dan lainnya. Ketika para publik figur seperti mereka dikomentari oleh para blogger atau social networker dengan kata-kata yang kurang sopan, mereka kebanyakan tambah ngotot dan membalas komentarnya dengan kata-kata yang tidak lebih sopan. Di YouTube masih ada video yang merekam saat Ahmad Dhani berkomentar kalo orang yang buat blog itu adalah orang bodoh. Yeah tentunya sebelum dia tahu ada blog yang menghasilkan US$700 per bulan.

Dari sisi para pendugem, mungkin komentar Mario Teguh terasa menyakitkan bagi mereka. Dugem itu hanya bagian dari sebuah lifestyle, dimana pada sebuah kota yang mungkin semua penduduknya kaya sehingga tidak ada orang miskin yang pantas diberi sedekah atau orang-orang miskin tersebut tidak nampak lagi di mata orang-orang kaya itu. Sehingga alih-alih memberi sedekah, mereka memanfaatkannya untuk membeli baju yang ukurannya tidak lebih besar dari sebuah lap pel, ya lap pel, mungkin juga sarung bantal, tapi dengan harga yang jauh lebih mahal dari baju yang sepantasnya. Siapa sih yang rela ke sudut-sudut kota, menyapa para kaum marginal dan memberi mereka sedekah?

Daripada berkomentar tentang tweet motivasi MT, lebih baik mereka yang suka dugem berkaca dan melihat dirinya sendiri, bukan bagian yang tampak, tapi yang bagian tidak tampak. Istilahnya moral. Apakah kalian benar-benar mendapatkan kebahagiaan sejati dengan melakukan perbuatan seperti itu? Apakah nantinya kalian akan menitipkan anak batita kepada babysitter karena mungkin ASI kalian telah mengandung alkohol? Yeah, dugem sekali-kali mungkin tidak apa-apa. Semua itu memang tergantung orangnya, saya percaya ada orang yang ke tempat dugem dan merasa ini bukan dunianya. Atau mereka yang dugem dengan menutup mata, mata hati, karena sesungguhnya mereka seperti itu karena lingkungan dan teman-teman mereka, mereka hanya tidak tahu tempat baik nan menyenangkan selain pub, bar, atau cafe.

Pada dasarnya kita kembali lagi ke fitrah asal bahwa semua manusia dilahirkan dengan keadaan yang sama-sama telanjang, tidak ada yang tahu mana yang akan menjadi psk, mana yang menjadi pemuka agama. Perjalanan kehidupan, keimanan dan kekuatan hati yang akan menuntun kita ke tujuan akhir.

Akhir kata, memang benar tidak semua clubbers itu buruk, tapi tentunya untuk meraih mimpi dan kehidupan yang lebih baik, kesenangan semacam itu harus ditingggalkan. Dan, setia itu susah, janganlah mengidolakan seseorang berlebihan, bagi kita mungkin komentar Mario Teguh biasa saja, tapi ketika para penikmat dunia malam yang biasa menonton Golden Ways sebelum clubbing, tentu akan menjadi sakit hati mendengar komentar seperti itu. Ambil saja yang baik, dan cuekin saja yang buruk. Kalau lama-kelamaan yang buruk bertambah, kita sendiri bisa menentukan apakah dia benar-benar idola kita?

Well, semua yang berlebihan itu tidak baik, bahkan obat pun bisa menjadi racun jika overdosis dan racun bisa menjadi obat dengan takaran yang tepat.




Twoh






Teruskan membaca...

Sekolah Dasar Selayang Pandang



Kapan terakhir kali aku mengunjungi SD-ku? Yah, sampai saat ini sepertinya aku tidak pernah ke sana lagi.

Tahun 1996



Aku bersekolah di dua sekolah dasar di kota berbeda, dan itu memberikan banyak pengalaman bagiku, suka dan sedih. SD-ku yang pertama terletak di kota Tegal, kalau tidak salah nama sekolahnya adalah Tegal Sari 1. Pertama kali memasuki bangku sekolah aku diantar ayahku dengan sepeda motor. Layaknya anak kecil begitu melihat penjual mainan yang berjualan di depan sekolah, aku langsung meminta ayahku untuk membeli satu, dan aku akhirnya dibelikan sebuah robot mainan kecil yang bisa berubah menjadi pesawat. Saat itu rasanya senang sekali. Haha

Waktu SD, segalanya masih terasa murah, saat itu uang saku-ku hanya tiga ratus rupiah. Dan itu bisa dipakai untuk membeli tiga buah makanan yang berbeda, atau satu buah makanan seharga 200 rupiah dan es sirup seharga seratus rupiah di kantin belakang sekolah. Rasanya sudah kenyang. Kemudian, karena ayahku sibuk bekerja beliau tidak bisa lagi mengantarku ke sekolah, jadi aku berangkat dan pulang sekolah menggunakan becak langganan. Karena itu, uang saku ditambah menjadi 500 rupiah, waktu itu rasanya senang sekali memegang uang kertas berwarna hijau yang bergambar orang utan. Sekarang uang lima ratusan sudah berbentuk koin, mengingat laju inflasi di Indonesia memang tinggi.

Teman-temanku di sekolah dasar yang pertama, kebanyakan aku sudah lupa namanya. Aku ingat pernah ke rumah seorang temanku, nemanya kalau tidak salah Rudi. Di sana aku cuma bermain Nintendo, dan yang aku ingat waktu itu aku melihat ibunya lagi merokok. Hahaha

Siapa ya teman SD-ku? Saat kembali ke Tegal setelah pindah ke Semarang, aku dipanggil oleh seorang anak kecil di jalan. Mulanya aku tidak kenal, tetapi ternyata itu adalah temanku yang namanya Rendi. Sekarang aku sudah lupa wajahnya.

Waktu kecil aku mempunyai teman bermain, namanya Dewi. Dia perempuan yang energik dan ceria. Usianya lebih tua sekitar dua tahun dariku. Rumahnya terletak persis di samping rumahku, karena itu kami sering sekali bermain bersama. Saat kecil aku adalah laki-laki yang pemalu dan pendiam, dia lah yang berperan sebagai kakak, dan selalu melindungiku ketika aku dijahili oleh teman-temanku yang lain.

Ketika pertama kali belajar bersepeda, aku menggunakan metode tiga roda. Semakin mahir, roda yang ada di samping kanan dan kiri kemudian dilepas satu persatu. Kurang lebih aku belajar selama seminggu, jatuh bangun dan akhirnya aku bisa. Setelah bisa aku langsung mengajak Dewi untuk bersepeda bersama-sama. Namun saat itu dia keluar dengan sepeda ayahnya, semacam sepeda laki-laki model dahulu yang sudah menggunakan gear untuk berpindah gigi. Saat itu aku yang menggunakan sepeda anak-anak kagum melihat Dewi menaiki sepeda itu dengan mahirnya. Kemudian ia pun menyuruhku untuk menaiki sepeda tersebut, mulanya aku takut, apalagi dengan sadelnya yang begitu tinggi. Tapi, seorang lelaki sejak kecil sudah memiliki harga diri di depan wanita, jadi aku tetap menaikinya walaupun dengan berkeringat dingin. Dan.. aku bisa mengendarainya! Aku pun melaju beberapa meter di depannya, dan ketika ingin berbelok, aku jatuh. Hahaha, kami pun tertawa bersama.

Dewi satu SD denganku, ketika aku masih kelas satu, dia sudah kelas tiga. Sesekali aku lewat kelasnya dan mengobrol hanya kalau kebetulan bertemu di depan kelas. Dia selalu iri melihat nilai-nilai raportku yang jauh di atas nilainya saat dia masih kelas satu, dua dan tiga. Kalau sudah begitu, dia lalu bercerita tentang mata pelajaran kelas 4,5, dan 6 yang jauh lebih susah sambil menakut-nakutiku. Kami berpisah saat aku kelas tiga, ayahku yang sudah di Semarang mengalami kecelakaan saat memperbaiki atap. Jadi saat itu juga kami sekeluarga langsung menuju Semarang, perpisahan yang sangat mendadak. Tidak ada kata perpisahan yang kuucapkan untuk teman-teman SDku, dan untuk dirinya. Setelah ayahku membaik, aku kembali ke Tegal namun tidak lama. Saat bertemu dengannya lagi, dia berkata kalau dirinya kesepian karena tidak ada lagi teman bermain. Aku hanya diam dan langsung mengajaknya bermain seperti biasa, melihat monyet peliharaan tetangga, dan membaca buku. Yang terakhir dia mengirim surat padaku saat aku sedang sakit di Semarang. Isi suratnya.. Ehm aku lupa. Yang aku ingat dia bercerita tentang sepeda yang rusak, dan dia berharap aku cepat sembuh.

Kenangan masa kecil yang indah, tidak ada rasa pamrih, yang ada hanyalah perasaan polos dan kasih sayang yang tulus.

NEXT






Teruskan membaca...

Introvert Dalam Lingkungan Ekstrovert



Tadi malam, saya baru saja membaca sebuah blog milik seorang perempuan yang satu kampus dengan teman saya.

“Aku ngerasa batas privasiku udah dijamah banyak orang. Seolah semua punya kunci buat masuk seenaknya ke areaku. Aku butuh waktu buat sendiri. Ngerasain apa yang sebenarnya aku rasain tanpa campur tangan orang lain.”

Saat membaca kutipan blog di atas, saya jadi kepikiran,”Wah, orang ini pasti introvert.”

Adakah yang sependapat? ;)







Well, kita semua pasti sering mendengar kata-kata introvert dan ekstrovert. Banyak yang beranggapan kalau orang introvert itu cenderung pendiam, kuper, suka menyendiri, homeboy/homegirl, pemurung dan berbagai pandangan negatif lainnya.

Benarkah begitu? Tentu tidak, bahkan menurut pencetus teori ini pertama kali, Carl Jung -- seorang psikoanalisis terkenal murid dari Sigmund Freud-- berpendapat kalau introvert itu lebih baik daripada ekstrovert. Why? Let’s check it out!

Menurut Jung, orang-orang introvert adalah mereka yang terampil melakukan perjalanan ke dunia dalam (inner core), yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Akhirnya mereka menjadi seseorang yang memahami dirinya, berprinsip, tidak mudah terpengaruh orang lain, dan mengetahui apa yang manjadi tujuan hidupnya.

Sayangnya, terkadang mereka terlalu asyik dengan dunianya sendiri, dunia “aku”, “aku” dan “aku”. Sehingga terkadang mereka kurang peka dengan lingkungannya dan akhirnya lingkungannya pun tidak bisa menerima mereka yang introvert dengan baik. Mereka tahu apa yang mereka mau namun sulit untuk mengkomunikasikannya.

Kebalikan dari introvert, seorang ekstrovert adalah seorang yang fokus menyelami dunia di luar dirinya. Dunia orang ekstrovert adalah dunia “kita” | “aku, kamu, dia, mereka, dan siapa saja”. Mereka dengan luwes berinteraksi dengan banyak orang, mengobrol dan berbasa-basi. Membuat banyak orang terkagum-kagum dan menyukainya.

Tetapi biasanya semua itu dilakukan dengan mengorbankan dirinya sendiri. Mereka mau mengorbankan apa saja untuk mendapat tempat di mata masyarakat maupun lingkungan sosialnya. Karena itu orang ekstrovert cenderung suka untuk berganti-ganti persona.


Intinya, perbedaan antra introvert dan ekstrovert ada pada aliran energi psikis mereka. Ke dalam atau ke luar.


Seorang introvert mendapatkan energi mereka saat melakukan solitary activities, seperti membaca melukis, programming, berkebun, blogging, dsb. Para introvert merasa perlu mengeluarkan energi lebih banyak saat berinteraksi dengan banyak orang sehingga mereka cepat merasa “kelelahan”.

Kebalikannya, kaum ekstrovert justru merasa kelelahan jika sendirian atau melakukan aktivitas sendirian. Mereka mendapatkan energinya dengan berinteraksi dengan banyak orang, seperti ngobrol, hang-out dan sebagainya. Contohnya ketika seorang ekstrovert memutuskan untuk belajar, maka beberapa menit kemudian dia akan mengajak temannya keluar untuk sekadar ngopi atau beli roti bakar.

Orang introvert seringkali merasa tidak nyaman ketika berada di antara banyak orang. Mereka lebih suka untuk mengajak berkenalan salah satu orang di dalam kelompok itu. Para ekstrovert malah merasa tidak nyaman ketika kesepian. Mereka biasanya lantas menelepon atau meng-sms salah seorang temannya sekadar berbagi cerita atau mengatakan sesuatu yang tidak penting untuk menghilangkan kebosanannya.

Baik Introvert maupun ekstrovert, keduanya pandai bergaul dengan banyak orang. Yang membedakan adalah cara mereka berinteraksi. Introvert berinteraksi dengan memfokuskan perhatiannya kepada satu-persatu orang, dan biasanya mereka selektif dalam memilih teman. Sedangkan ekstrovert lebih senang untuk membagi sedikit-sedikit perhatiannya kepada semua orang.

Mudah bagi ekstrovert untuk menghangatkan suasana di dalam kelompok, karena pada dasarnya mereka pandai untuk menciptakan suasana riang dan menyenangkan banyak orang sekaligus.

Kebalikannya orang introvert jago untuk memahami perasaan seseorang saat one-by-one, mereka tahu jika ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada teman mereka hanya dengan mengamatinya saja.

Karena itu, orang introvert biasanya memiliki lingkup lingkaran sosial(social circle) yang kecil. Mereka memiliki sedikit teman, namun kesemuanya adalah “sahabat yang sangat dekat”. Berbeda dengan orang ekstrovert yang selalu dikelilingi banyak teman, namun hampir tidak ada dari mereka yang menjadi “sahabat dekat”-nya.

Seorang ekstrovert bisa saja menjadi pendiam jika tidak mendapatkan lingkungan yang mendukungnya dan tidak memberikan apa yang mereka butuhkan. Mereka pun juga bisa merenung dan berpikir mendalam tentang diri dan kehidupan pribadinya, menjadi pribadi yang kalem dan tenang. Namun untuk membangkitkan kembali “energi”-nya, mereka perlu berbagi dengan lingkungannya.

Introvert juga bisa menjadi orang yang senang bergaul, ceria, aktif bersosialisasi, namun setelah sekian waktu orang introvert perlu privacy dan ketenangan untuk menyeimbangkan diri dan me-recharge energinya kembali.

Pandangan negatif tentang introvert seperti pemurung, pemalu, sombong, biasanya dipersepsikan oleh sebagian besar orang yang umumnya ekstrovert. Karena menurut cara berpikir ekstrovert, mereka akan berperilaku seperti orang introvert bila kondisi mereka sedang down atau mendapat masalah baik masalah pribadi atau sosial. Padahal, orang introvert berperilaku sama, sama-sama diam, cuek, bukan dengan alasan sedang sedih atau marah, tetapi memang secara alami mereka seperti itu, dan mereka fine-fine aja.

Introvert tidak sama dengan pemalu, orang introvert jarang bersosialisasi karena itu pilihannya, sedangkan orang yang malu menghindari aktivitas sosial karena rasa cemas dan takut. Introvert juga bukan orang yang sombong yang menganggap orang lain tidak sekelas dengannya, ini cuma masalah kenyamanan.

Dan faktanya, di dalam diri manusia sudah ada dua kepribadian tersebut. Hanya pada umumnya salah satunya lebih dominan. Lebih ekstrovert, atau lebih introvert.

Jadi, manfaatkanlah kedua-duanya. Pelajari dan gunakan pada saat yang tepat. Saat kalian bersama banyak orang, jadilah seseorang yang hangat, ceria dan menarik layaknya ekstrovert. Sedangkan saat berbicara dari hati-ke-hati, jadilah orang introvert yang pengertian, tenang dan pendengar yang baik, sehingga membuat lawan bicara kita merasa nyaman dan kita pun bisa memahami perasaan mereka lebih dalam.

Bagaimana jika kepribadian tersebut berbanding sama dalam diri kita?(50:50)

Nah, yang mempunyai keseimbangan seperti itu disebut, Ambivert. Dan saya akan bahas itu lain kali. :)


twoh

pelaku pengamat



Teruskan membaca...

About Me

Foto Saya
blog ini adalah, blog untuk menampung sembarang konten dari berbagai tema yang mungkin tidak menarik.. hehe

Petunjuk Arah