TWOH's Engineering

TWOH's Engineering
belajar tutorial android dan java
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Sunday, November 15, 2009

GENIA FESTIVAL : MIDNIGHT AFTER NOON (5)

GENIA FEST NOVEL
Karena tidak ada kabar, Si Bollang satu bulan berikutnya datang ke rumah konglomerat bersama sahabat perempuannya Bentujuh. Bentujuh mempunyai kemampuan bisa mematikan orang. Melihat rumah konglomerat yang kotor dan tak terawat bagaikan gudang. Si Bollang berpikir kalo konglomerat pasti sudah mati, Tetapi setelah dia mendengar teriakan dari arah belakang, Bollang berubah pikiran. Dia dan Bentujuh lantas menuju ke altar dimana mayat istrinya disemayamkan dan menghidupkannya kembali. Bollang berkata,”Suamimu terjatuh di sumur di halaman belakang.” Mendengarnya sang istri lantas berlari ke halaman belakang. Dari dalam sumur konglomerat melihat wajah istrinya ada di pinggir sumur. Si Konglomerat pun semakin berteriak menjadi-jadi. Bentujuh kemudian mematikan si konglomerat sehingga dia pun diam. Istrinya yang tidak mendengar suara konglomerat langsung terjun ke dalam sumur untuk memastikan. Dia pun mati. Dari dalam rumah ternyata ada Arahonam yang melihat kejadian itu, dia pun menembak kepala Bollang dan Bentujuh hingga keduanya tewas.

“Begitu susahnya mengatur kematian. Sehingga tiada seseorangpun yang bisa, selain Tuhan,” usai berkata begitu Arahonam lantas membakar seluruh rumah beserta isinya. Dan kisahnya tidak pernah terdengar lagi hingga beritanya muncul di koran pagi tadi. Sudahkah Anda membaca koran hari ini?

GENIA FESTIVAL : MIDNIGHT AFTER NOON (4)

GENIA FEST NOVEL
Dia menangis memohon kepada Bollang untuk mati. Si Bollang hanya diam dan menyuruh dia untuk menggali lubang sedalam mungkin, “Galilah lubang sedalam mungkin dan masuklah ke dalam. Nanti aku yang akan menutupnya.” Mendengar ide tersebut, si konglomerat merasa sangat senang, dia pun menyuruh seluruh pegawainya untuk segera menggali lubang. Namun melihat sosok si konglomerat yang menyeramkan seluruh pegawainya malah kabur. Hanya seseorang bernama Arahonam Ailedo Tonip yang tinggal. Dia lantas mengajak konglomerat ke halaman belakang dan mendorongnya hingga jatuh ke sumur yang ada di sana. Konglomerat merasa ditipu dan mulai berteriak-teriak dari dalam sumur. Satu minggu, satu bulan, hingga satu ditambah tiga bulan teriakan tersebut masih terdengar.

GENIA FESTIVAL : MIDNIGHT AFTER NOON (1)

GENIA FEST NOVEL
Koran hari ini, berisi berita tentang seorang pemuda yang katanya dapat menghidupkan kembali orang mati. Apakah ada orang yang sudah membaca koran hari ini ?.

Pemuda itu, Si Bollang namanya, dipanggil begitu karena dia suka berpetualang.

Tahun 2000, ia pernah pergi ke Surabaya untuk menghidupkan seorang kakek dari seorang keluarga yang kaya raya, dan kabarnya sebagai hadiah dia diberi satu unit rumah mewah di wilayah Porong, Sidoarjo. Tentu saja waktu itu belum ada Lumpur Lapindo.

Lalu pernah juga dia dipanggil oleh seorang konglomerat muda di Jakarta, untuk menghidupkan dirinya sendiri. Pada wasiatnya tertulis, “Jika penyakitku ini tidak bisa sembuh, dan aku mati… Tolonglah bawa Si Bollang kesini untuk menghidupkan aku kembali…”. Saat melihat jasad orang ini yang kotor dan berbau busuk, Bollang berkata, “Percuma saja orang ini dihidupkan, nanti pasti akan mati lagi”. Keluarganya tidak percaya dengan perkataannya itu, tapi mereka percaya Bollang bisa menghidupkan orang mati.

Tutorial Belajar Android